MAKALAH SBM
MAKALAH
“METODE CERAMAH”
D
I
S
U
S
U
N
U
S
U
N
OLEH :
ARIEF RAMADHANDY
1607061274
PGSD
D7
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
(STKIP)
PERSADA KHATULISTIWA SINTANG
TAHUN
2017/2018
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas taufik dan hidayahnya Tugas Makalah
Psikologi Pendidikan yang berjudul ”Metode Pembelajaran Ceramah” dapat
kami selesaikan. Dalam tugas yang kami buat ini, tentu kiranya masih terjadi
banyak kekurangan terhadap pernyataan yang kami sampaikan. Kami selaku yang
menjalankan tugas memohon maaf yang sebesarnya, jika masih ada kekurangan dari
apa yang kami sampaikan, karena mengingat kami masih dalam tahap pembelajaran. Dan
kami harap dosen pembimbing mata kuliah “Psikologi Pendidikan” akan
selalu memberikan masukan dan arahan demi kebaikan kami kedepannya.
DAFTAR ISI
Kata Pengantar .......................................................................................................................
Daftar isi .................................................................................................................................
BAB I
......................................................................................................................................
A. Latar Belakang ........................................................................................................................
B. Rumusan Masalah ...................................................................................................................
C. Tujuan .....................................................................................................................................
D. Manfaat ...................................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................................
A. Pengertian Metode Ceramah ...................................................................................................
B. Kelebihan dan kekurangan metode
caramah ...........................................................................
BAB III PENUTUP ..............................................................................................................
A. Kesimpulan .............................................................................................................................
B. Saran .......................................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
............................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Pendidikan
adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat
perkembangan. Oleh karena itu, perubahan atau perkembangan pendidikan adalah
hal yang memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan kebudayaan
kehidupan. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan pada semua tingkat perlu
terus-menerus dilakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan.
Untuk
mencapai tujuan pendidikan nasional pemenrintah telah menyelenggarakan
perbaikan-perbaikan peningkatan mutu pendidikan pada berbagai jenis dan
jenjang. Namun fakta di lapangan belum menunjukkan hasil yang memuaskan.
Masalah
utama dalam pembelajaran pada pendidikan formal(sekolah) dewasa ini adalah
masih rendahnya daya serap peserta didik, hal ini tampak rerata hasil belajar
peserta didik yang senantiasa masih sangat memprihatinkan. Prestasi ini
tentunya merupakan hasil kondisi pembelajaran yang masih bersifat konvensional
dan tidak menyentuh ranah dimensi peserta didik itu (belajar untuk belajar).
Untuk
membantu siswa memahami konsep-konsep dan memudahkan guru dalam mengajarkan
konsep-konsep tersebut diperlukan suatu pendekatan pembelajaran yang langsung
mengaitkan materi konteks pelajaran dengan pengalaman nyata dalam kehidupan
sendiri.
Persoalan
sekarang adalah bagaimana menemukan cara yang terbaik untuk menyampaikan
berbagai konsep yang diajarkan sehingga siswa dapat menggunakan dan mengingat
lebih lama konsep tersebut.
Pada
makalah ini akan dibahas metode yang biasa dipakai di sekolah formal dalam
menyampaikan materi kepada anak didik yakni Metode Ceramah..
Namun
akan di temukan kekurangan dan kelebihan pada metode ini, dan perlu di ketahui
bahwa tidak ada metode yang tepat untuk segala situasi dan kondisi. Untuk itu
pendidik di harapakan mampu menyesuaikan materi dengan metode yang akan di
pakai, agar materi tersampaikan dengan baik.
B. Rumusan
masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dari
latar belakang diatas yaitu :
1.
Apakah pengertian metode ceramah?
2.
Apakah kelebihan dan kekurangan metode pembelajaran
ceramah?
C. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu :
1.
Menganalisis pengertian metode ceramah.
2.
Menganalisis kelebihan dan kekurangan metode
pembelajaran ceramah.
D. Manfaat
Adapun
manfaat dari penulisan makalah ini yaitu :
1. Kita
dapat mengetahui pengertian metode pembeajaran “ cerama
2. Kita
dapat kelebihan dan kekurangan metode metode pembelajaran “ cerama “.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Metode Ceramah
Metode
mengajar ialah cara yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan pelajaran
kepada pelajar, karena penyampaian itu berlangsung dalam interaksi edukatif.
Metode mengajar dapat diartikan sebagai cara yang dipergunakan oleh guru dalam
mengadakan hubungan dengan pelajar pada saat berlangsungnya pengajaran.
Pengajaran
dikatakan efektif bila guru dapat membimbing anak-anak untuk
memasuki situasi yang memberikan pengalaman yang dapat menimbulkan kegiatan
belajar pada anak itu. Guru secara terus menerus membimbing anak untuk berpartisipasi
secara aktif dan tekun mengikuti pengajaran secara sukarela. Oleh karena itu
pengalaman belajar yang diberikan oleh guru dalam kegiatan demonstrasi harus
relevan dengan kehidupan dan ada kesinambungan dengan pengalaman yang lalu
maupun pengalaman yang akan datang.
Ceramah
merupakan salah satu metode mengajar yang paling banyak digunakan dalam
prosesbelajar mengajar. Metode ceramah ini dilakukan dengan cara menyampaikan
materi pelajaran kepada peserta didik secara langsung atau dengan cara lisan. Penggunaan
metode ini sifatnya sangat praktis dan efisien bagi pemberian pengajaran yang
bahannya banyak dan mempunyai banyak peserta didik. Metode ceramah merupakan
cara mengajar yang paling tradisional dan telah lama dijalankan dalam sejarah
pendidikan, oleh karena itu metode ini boleh dikatakan sebagai metode
pengajaran tradisional karena sejak dulu
Metode
ini digunakan sebagai alat komunikasi guru dalam menyampaikan
materi pelajaran.
Anggapan-anggapan negatif tentang metode
ceramah sudah seharusnya patut diluruskan, baik dari segi pemahaman
artikulasi oleh guru maupun penerapannya dalam proses belajar mengajar
disekolah.
Dalam pelaksanaan ceramah untuk
menjelaskan uraiannya, guru dapat menggunakan alat-alat bantu media
pembelajaran seperti gambar dan audio visual lainnya.
Definisi lain ceramah menurut
bahasa berasal dari kata lego (bahasa latin) yang diartikan
secara umum dengan “mengajar” sebagai akibat guru menyampaikan pelajaran dengan
membaca dari buku dan mendiktekan pelajaran dengan menggunakan buku kemudian
menjadi lecture method ataumetode ceramah.Metode ceramah itu sendiri
pada dasarnya memiliki banyak pengertian dan jenisnya. Berikut ini beberapa
pengertian dari metode ceramah, antara lain :
1. Metode
ceramah adalah penyajian informasi secara lisan baik formal maupun
informal.
2. Metode
ceramah menurut Gilstrap dan Martin 1975 : ceramah berasal dari bahasa
latin yaitu Lecturu, Legu ( Legree, lectus) yang berati membaca kemudian
diartikan secara umum dengan mengajar sebagai akibat dari guru menyampaikan
pelajaran dengan membaca dari buku dan mendiktekan pelajaran dengan penggunaan
buku.
3. Metode
ceramah yaitu penerapan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadap
kelasnya, dengan menggunakan alat bantu mengajar untuk memperjelas uraian yang
disampaikan kepada siswa. Metode ceramah ini sering kita jumpai pada
proses-proses pembelajaran di sekolah mulai dari tingkat yang rendah sampai ke
tingkat perguruan tinggi, sehingga metode seperti ini sudah dianggap sebagai
metode yang terbaik bagi guru untuk melakukan interaksi belajar mengajar. Satu
hal yang tidak pernah menjadi bahan refleksi bagi guru adalah tentang
efektifitas penggunaan metode ceramah yaitu mengenai minat dan motivasi siswa,
bahkan akhirnya juga berdampak pada prestasi siswa.
Definisi metode ceramah
diatas, bila langsung diserap dan diaplikasikan tanpa melalui pemahaman
terlebih dahulu oleh para guru tentu hasil yang didapat dari
penerapan metode ini akan jauh dari harapan, seperti halnya yang terjadi dalam
problematika saat ini. Hampir setiap guru sejarah menggunakan metode
ceramah yang jauh dari kaidah-kaidah metode ceramah seharusnya.
Untuk
mendapatkan gambaran yang jelas tentang pengertian metode ceramah, dapat kita
lihat beberapa defenisi yang dikemukakan oleh para ahli yaitu:
·
Menurut Suryono
Metode ceramah adalah Penuturan
atau penjelasan guru secara lisan, di mana dalam
pelaksanaanya guru dapat
menggunakan alat bantu mengajar untuk memperjelas uraian yang disampaikan kepada murid-muridnya .
·
Menurut Roestiyah N.K
Metode ceramah adalah Suatu cara
mengajar yang digunakan untuk menyampaikan keterangan
atau informasi atau uraian tentang suatu pokok persoalan serta masalah secara lisan.
·
Menurut Team Didaktik Metodik
Metode ceramah adalah Penerangan dan
penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelas”.
·
Menurut Winarno Surahmad, M.Ed,
Ceramah adalah penerangan dan penuturan secara lisan
oleh guru terhadap kelasnya, sedangkan peranan murid
mendengarkan dengan teliti, serta mencatat yang pokok dari yang dikemukakan oleh guru.
Dengan
berbagai macam pendapat yang penulis paparkan di atas, maka setelah dianalisa
dengan baik dan seksama maka pada dasarnya pengertian itu sama, yaitu penulis
mengambil kesimpulan bahwa metode ceramah merupakan suatu cara penyampaian
informasi dengan lisan dari seorang kepada sejumlah pendengar di suatu ruangan.
Metode
ceramah merupakan metode mengajar yang paling banyak digunakan, hal ini mungkin
dianggap oleh guru sebagai metode mengajar yang paling mudah dilaksanakan.
Kalau bahan pelajaran dikuasai dan sudah ditentukan urutan penyampaiannya, guru
tinggal menyajikannya di depan kelas. Siswa-siswa memperhatikan guru berbicara,
mencoba menangkap apa isinya dan membuat catatan.
B. Kelebihan dan kekurangan metode wawancara
Setiap
metode pembelajaran yang sering digunakan oleh para pendidik dalam proses
belajar mengajar memilki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Salah satunya
seperti metode cerama. Metode ini merupakan metode pembelajaran yang paling
dominan digunakan oleh para pengajar. Walaupun demikian metode ini memiliki
kelebihan dan kekurangannya.
1.
Kelebihan Metode Ceramah
Ada beberapa kelebihan sebagai
alasan mengapa ceramah sering digunakan, yaitu:
·
Ceramah merupakan metode yang ’murah’ dan ’mudah’
untuk dilakukan. Murah dalam arti proses ceramah tidak memerlukan
peralatan-peralatan yang lengkap, berbeda dengan metode yang lain seperti
demonstrasi atau peragaan. Sedangkan mudah, memang ceramah hanya mengandalkan
suara guru, dengan demikian tidak terlalu memerlukan persiapan yang rumit.
·
Ceramah dapat menyajikan materi pelajaran yang luas.
Artinya, materi pelajaran yang banyak dapat dirangkum atau dijelaskan
pokok-pokoknya oleh guru dalam waktu yang singkat.
·
Ceramah dapat memberikan pokok-pokok materi yang perlu
ditonjolkan. Artinya, guru dapat mengatur pokok-pokok materi yang mana yang
perlu ditekankan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.
·
Melalui ceramah, guru dapat mengontrol keadaan kelas,
oleh karena se-penuhnya kelas merupakan tanggung jawab guru yang memberikan
ceramah.
·
Organisasi kelas dengan menggunakan ceramah dapat
diatur menjadi lebih sederhana. Ceramah tidak memerlukan setting kelas
yang beragam, atau tidak memerlukan persiapan-persiapan yang rumit. Asal siswa
dapat menempati tempat duduk untuk mendengarkan guru, maka ceramah sudah dapat
dilakukan.
2. Kelemahan
metode cerama
Di
samping beberapa kelebihan di atas, ceramah juga memiliki beberapa kelemahan,
di antaranya:
·
Materi yang dapat dikuasai siswa sebagai hasil dari
ceramah akan terbatas pada apa yang dikuasai guru. Kelemahan ini memang
kelemahan yang paling dominan, sebab apa yang diberikan guru adalah apa yang
dikuasainya, sehingga apa yang dikuasai siswa pun akan tergantung pada apa yang
dikuasai guru.
·
Ceramah yang tidak disertai dengan peragaan dapat
mengakibatkan terjadinya verbalisme
·
Guru yang kurang memiliki kemampuan bertutur yang
baik, ceramah sering dianggap sebagai metode yang membosankan. Sering terjadi,
walaupun secara fisik siswa ada di dalam kelas, namun secara mental siswa sama
sekali tidak mengikuti jalannya proses pembelajaran, pikirannya melayang ke
mana-mana, atau siswa mengantuk, oleh karena gaya bertutur guru tidak menarik.
·
Melalui ceramah, sangat sulit untuk mengetahui apakah
seluruh siswa sudah mengerti apa yang dijelaskan atau belum. Walaupun ketika
siswa diberi kesempatan untuk bertanya, dan tidak ada seorang pun yang
bertanya, semua itu tidak menjamin siswa seluruhnya sudah paham.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan di
atas maka dapat disimpulkan :
1.
Metode ceramah merupakan suatu cara penyampaian
informasi dengan lisan dari seorang kepada sejumlah pendengar di suatu ruangan.
2.
Ceramah merupakan salah satu metode mengajar yang
paling banyak digunakan dalam prosesbelajar mengajar. Metode ceramah ini
dilakukan dengan cara menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik secara
langsung atau dengan cara lisan. Penggunaan metode ini sifatnya sangat praktis
dan efisien bagi pemberian pengajaran yang bahannya banyak dan mempunyai banyak
peserta didik. Metode ceramah merupakan cara mengajar yang paling tradisional
dan telah lama dijalankan dalam sejarah pendidikan, oleh karena itu metode ini
boleh dikatakan sebagai metode pengajaran tradisional karena sejak dulu metode
ini digunakan sebagai alat komunikasi guru dalam menyampaikan materi pelajaran.
B.
Saran
Dari kesimpulan diatas, maka saran dari
penulis makalahh ini yaitu :
1. Bagi
mereka yang terlibat dalam dunia keguruan termasuk teman-teman mahasiswa
bimbingan dan konseling, hendaknya secara antusias meningkatkan perkembangan
ilmu pengetahuan.
2. Sebagai
calon pendidik harus Meningkatkan gaya pengajaran dengan memahami berbagai
metode, teknik, dan pendekatan sesuai dengan kondisi.
3. Disamping
menggunakan berbagai teknik mengajar, perlu juga Memanfaatkan teknologi agar
terdapat fariasi dalam proses belajar-mengajar.
Daftar pustaka
Suryosubroto,
B. 2002. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta : Rineka
Cipta
Pidarta,Made. 1990.Cara Belajar
Mengajar di Universitas Negara Maju. Jakarta: Bumi Aksara.
Soetopo, Hendyat. 2005. Pendidikan
dan Pembelajaran. Malang : UMM Press.

Komentar
Posting Komentar